167 Rumah Warga Rusak, 10 Jalani Perawatan di RSUDTembilahan – Berdasarkan data dari Posko Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi Inhil sampai Minggu (19/4) sebanyak 42 unit rumah rusak parah dan 125 unit rusak ringan. Kerusakan ini akibat hantaman angin puting beliung yang melanda kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Sabtu (18/4) sekitar jam 16.20 WIB.
Akibat musibah tersebut 192 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 374 jiwa harus masih tetap bertahan didalam rumah mereka yang sebagian besar bagian atapnya rata-rata rusak.
Dalam kejadian ini sebanyak dua unit rumah ibadah juga mengalami kerusakan, dimana bagian kubahnya yang terbuat dari seng ikut diterbangkan angin puting beliung. Serta dua unit sekolah juga turut menjadi korban.Saat ini masih ada dua orang yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, karena menderita luka cukup serius tertimpa reruntuhan bangunan. Dari dua korban ini satunya anak kecil bernama Panji berusia 10 tahun yang harus mendapatkan 31 jahitan dibagian tangan, akibat terkena seng yang melayang saat datangnya angin ini.
Sedangkan delapan orang lainnya hanya menjalani proses rawat jalan, karena hanya menderita luka-luka ringan terkena runtuhan bangunan dan seng. Menurut pengakuan para korban saat itu mereka tidak dapat menghindar dari runtuhan bangunan dan terbangnya seng yang menyambar tubuh mereka.
“Karena anginnya datang begitu cepat, sehingga tidak dapat mengelak dari terjangan material bangunan dan seng yang terbang,” ujar salah seorang korban bernama Maslan (23) warga Jalan Tanjung Harapan. Pada saat musibah berlangsung ia sedang berjualan ikan di Pasar Terapung Tembilahan, tiba-tiba pengakuannya angin kencang datang dan sehelai seng melayang kearah bagian mukanya, serta mengenai kaki kanan.
Adapun mereka yang menderita luka-luka Maslan (23), warga Tanjung Harapan Tembilahan, Iwan Samsuri (50) Jalan Pangeran Hidayat, keduanya menderita luka parah sehingga harus menjalani operasi. Sedangkan yang luka ringan M Arafil (5), Lorong Merapi, Fifi (23), Jalan M Boya, Panji (10), Jalan H Hasan, M Agus Yani (72), Lorong Delima, Marfus (40), Lorong Cempaka dan Rafli (5).
Sementara itu Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi Inhil, Drs H Said Ismail menyatakan bahwa saat telah dibentuk posko-posko untuk melakukan inventarisir kerugian atas musibah ini serta menghimpun bantuan dari berbagai pihak.
“ Kita terus melakukan inventarisir terhadap kerugian yang dialami warga, secepatnya akan kita salurkan bantuan tanggap darurat bagi korban. Sedangkan bagi korban yang mengalami luka-luka dan terpaksa dirawat dirusak sakit, maka biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah













Komentar Terakhir